Home » » Manfaat Tidur seperti Rasulullah SAW

Manfaat Tidur seperti Rasulullah SAW

Written By telaah santri on Saturday, June 13, 2015 | 8:51 AM

Manfaat Tidur seperti Rasulullah SAW

Manfaat Tidur seperti Rasulullah SAW dari Sisi Kesehatan


Kita akan memulai penjelasan ini dengan hadits dari Al-Bara' bin Azib Ra., yang menjadi dasar tentang cara Rasulullah Saw. saat tidur, sebagaimana berikut:
"Sesungguhnya, Rasulullah Saw. bila berbaring di tempat tidurnya, beliau letakkan telapak tangannya yang kanan di bawah pipinya yang kanan, seraya berdoa, (Rabbi qinii 'adzaabaka yauma tab'atsu 'ibaadaka (Ya Rabbi, peliharalah aku dari azab-Mu pada hari Engkau bangkitkan seluruh hamba-Mu)" (HR. Tirmidzi).

Dari informasi hadits tersebut, kita dapat menelaah salah satu cara tidur yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. Jika kita melihatnya hanya sebatas pola tidur yang biasa kita lakukan, maka kita tidak akan bisa mengambil manfaatnya, cenderung mengabaikannya, dan tidak mempunyai hasrat untuk mengikutinya. Berbeda bila kita mengetahui hal tersebut dari segala sisinya, salah satunya dari sisi kesehatan.

Dari cara tidur Rasulullah Saw. tersebut, kita akan menemukan hal yang sangat banyak yang bisa memberikan pencerahan, dan betapa ruginya kita selama ini, telah menyia-nyiakan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi diri kita. Ada beberapa fakta yang sangat menakjubkan bagi kita, sehingga dianjurkan untuk mengikuti pola tidur yang disyariatkan oleh beliau. Oleh karena itu, hendaknya kita mengikutinya. Selain mendapatkan kesehatan, kita juga akan termasuk golongan yang selalu mengikuti sunnah Rasulullah Saw. Berikut beberapa manfaat dari cara tidur beliau:

Sebagai organ sentral, otak selalu menjadi penentu sinyal untuk seluruh organ. Maka, otak harus selalu dalam keadaan yang stabil agar instruksinya baik. Kenapa harus otak sebelah kiri? Sebab, pada umumnya, kita menggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan untuk segala aktivitas, misalnya makan, memegang, dan lain sebagainya.

Maka, dengan tidur pada posisi sebelah kanan, otak bagian kiri akan mampu memberikan kontribusi yang baik pada semua saraf untuk segala aktivitas organ ibuh bagian kanan, sehingga terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur, bagaimana diketahui, kita selalu dalam posisi diam saat tidur dan sama sekali tidak ada gerak yang signifikan. Jika tidak dengan cara posisi miring ke kanan, maka ada bahaya yang akan kita dapatkan, yakni meliputi pengendapan bekuan darah, lemak, asam sisa oksidasi, dan peningkatan kecepatan atherosclerosis atau penyempitan pembuluh darah.

Apabila hal itu terjadi sekali, barangkali tidak akan berpengaruh banyak pada kita, tapi jika dilakukan dalam waktu yang panjang, maka bisa menyebabkan penyakit yang sangat serius bagi kita. Salah satunya ialah penyumbatan pembuluh darah. Bila ini kita biarkan maka dapat menyebabkan gagal ginjal dan beberapa penyakit lainnya. Dalam hal ini, Rasulullah Saw. menjadi juru penyelamat bagi kesehatan kita. Jika saja kita tidak diberi informasi tentang hal itu, betapa tidur yang mestinya memproduksi banyak energi, justru menjadi penyakit bagi kita.

Salah satu organ penting bagi manusia adalah jantung. Jika fungsi jantung ini kurang maksimal, maka bisa berpengaruh pada organ lain, karena jantung merupakan organ vital bagi kita. Sebagaimana kita ketahui, jantung terletak di bagian kiri pada tubuh.

Maka, posisi tidur miring ke kanan, dapat berdampak positif, yakni denyut jantung menjadi lebih lambat dan tekanan darah bisa menurun. Kondisi ini dapat membantu kualitas tidur. Tidur miring ke kanan membuat jantung tidak tertimpa organ lainnya. Hal ini disebabkan posisi jantung yang lebih condong berada di sebelah kiri. Inilah salah satu bukti tentang Rasulullah Saw. yang genius. Beliau mampu mengetahui tentang letak jantung, sehingga posisi menghadap ke kanan menjadi posisi tidur yang bisa menyelamatkan jantung kita.

Harus ada waktu bagi lambung untuk istirahat. Sebab, jika lambung dipaksa selalu bekerja, maka bisa menjadikan berbagai macam penyakit, misalnya mag dan lainnya. Dengan demikian, saat kita tidur menghadap ke kanan, sesungguhnya kita sedang berupaya membuat kerja lambung lebih ringan.

Sebagaimana diketahui, lambung manusia seperti tabung yang berbentuk koma dengan ujung katup keluaran menuju usus menghadap ke arah kanan bawah. Dengan demikian, agar kita bisa memberi istirahat pada lambung, posisi tidur harus dalam posisi ke kanan. Sebab, bila kita tidur ke sebelah kiri maka proses pengeluaran chime (makanan yang telah dicerna oleh lambung dan bercampur asam lambung) bisa sedikit terganggu, sehingga memperlambat proses pengosongan lambung. Jika lambung telah banyak bercampur dengan asam lambung, beberapa penyakit menunggu kita, seperti mag atau bisa juga berbahaya pada kesehatan liver, serta beberapa penyakit lain yang berasal dari lambung.

Kandung empedu dan pankreas merupakan organ tubuh yang harus selalu dijaga kondisinya agar tetap stabil. Sebab, keduanya merupakan organ tubuh yang bisa menyeimbangkan semua jaringan saraf tubuh. Maka, adanya aliran chime yang lancar dapat menyebabkan keluaran cairan empedu juga meningkat, lal ini bisa mencegah pembentukan batu kandung empedu.

Dengan demikian, posisi tidur miring ke kanan lampu meningkatkan keluarnya getah pankreas, kondisi pankreas harus selalu mengeluarkan getah agar bisa mengimbangi empedu. Hal ini bisa kita lakukan dengan cara tidur yang baik, yakni posisi tidur ala Rasulullah Saw.

Setiap saat, kita membutuhkan gizi untuk memberikan energi pada tubuh. Fungsi gizi ialah untuk mengganti energi yang telah terpakai selama kita beraktivitas dan mengganti sel yang telah masak.  Maka, cara penyerapan gizi ini juga menjadi momentum yang sangat penting bagi tubuh Karena bisa menentukan baik tidaknya tubuh menerima gizi tersebut. Sebaik apa pun gizi yang kita masukkan ke dalam tubuh, tetapi tubuh tidak dapat menerima hal itu, maka menjadi sia-sia dan cenderung menjadi kotoran.

Sebagaimana diketahui, setiap orang saat tidur, pergerakan usus meningkat dan hanya dengan posisi tidur pada sebelah kanan, perjalanan makanan yang telah tercerna dan siap diserap menjadi lebih lama.  Hal ini disebabkan posisi usus halus hingga usus besar ada di bawah. Kita akan mendapatkan fungsi usus bisa bekerja dengan maksimal jika kita tidur dalam waktu yang lama karena memungkinkan penyerapan lebih optimal.

Salah satu fungsi buang air besar (BAB) adalah membuang kotoran-kotoran makanan yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh. Jika kita bisa lancar saat buang air besar, berarti kerja usus dalam kondisi yang stabil.

Pada saat kita tidur miring ke sebelah kanan, ini menjadikan proses pengisian usus besar sigmoid (sebelum anus) lebih cepat penuh, dan saat sudah penuh akan merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus, sehingga mudah buang air besar. Maka, dengan mudah membuang air besar ini, semakin mempermudah dan cepat mengeluarkan barang-barang kotoran bahkan “racun" dalam tubuh kita. Inilah salah satu alasan Rasulullah Saw. menjadikan tidurnya tidak hanya berfungsi sebagai waktu untuk istirahat. Lebih dari itu untuk memenuhi kebutuhan kesehatan.

Pada setiap aktivitas apa pun, kita sering membebankan kaki kiri sebagai tumpuan kaki kanan hal itu terjadi secara alamiah bagi sebagai besar orang, karena lebih memudahkan kita. Pada saat posisi tidur dengan miring ke kanan, secara ergonomis juga berfungsi untuk menyeimbangkan posisi saat beraktivitas yang cenderung menggunakan kaki kiri sebagai pusat pembebanan.

Dengan demikian, kaki kiri cenderung lebih pegal dari kaki kanan, apalagi kaki posisi yang paling bawah menjadi aliran darah yang berbalik arah akan cenderung lebih lambat. Maka, pada posisi tidur miring kanan, ini menyebabkan vena kaki kiri lebih cepat kosong, sehingga rasa pegal selama beraktivitas bisa lebih cepat hilang. Sehingga, ketika terbangun, kita terbebas dari kram dan penyakit lainnya yang berasal dari kaki.

Sebagai tumpuan pernapasan, paru-paru selalu menjadi barometer kesehatan kita. Paru-paru selalu berhubungan dengan organ lain dalam tubuh kita, yang lebih dekat jarak dan hubungannya dengan jantung. Selain itu, paru-paru kiri lebih kecil dibandingkan dengan paru-paru kanan.

Maka, pada saat kita tidur miring ke sebelah kanan, jantung akan condong ke sebelah kanan. Hal ini lebih ringan dan tidak menjadi masalah yang berarti, karena paru-paru kanan lebih besar. Lain halnya jika bertumpu pada sebelah kiri, jantung akan menekan paru-paru kiri yang berukuran kecil, tentu ini sangat tidak baik dan berdampak buruk bagi tekanan jantung, yang bisa juga menyebabkan penyakit tekanan arah yang naik, dan lain sebagainya.

Lidah yang biasa jatuh ke pangkalnya, menjadi penghalang dan dapat mengganggu saluran pernapasan, maka dengan posisi tidur telentang, mengakibatkan saluran pernapasan terhalang oleh lidah. Biasanya, ketika lidah menjadi penghalang, maka bisa menyebabkan kita mendengkur. Ini menunjukkan bahwa orang tersebut dalam keadaan tidur kekurangan oksigen, malah terkadang dapat menyebabkan napas berhenti beberapa detik. Tentunya, ini mengganggu kenikmatan tidur, terbangun dengan sendirinya, dan saluran pernapasan sesak.

Maka, dengan cara tidur miring , lidah kita tidak nenjadi penghalang bagi saluran pernapasan. Biasanya, orang yang tidurnya demikian, tidak akan mendengkur dan dapat tidur lebih nyaman karena saluran pernapasan lebih ringan dan stabil.

Demikian uraian tentang Manfaat Tidur seperti Rasulullah SAW dari Sisi Kesehatan semoga bermanfaat. Aamiin.


Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

 
Support : Privacy Policy | Disclaimer
Copyright © 2013. kajian islam - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger