Home » » Perlakuan Musuh Islam Terhadap Wanita

Perlakuan Musuh Islam Terhadap Wanita

Written By bloger Muslim on Tuesday, March 10, 2015 | 9:41 PM

Musuh Islam Merampas Kemuliaan Wanita

Musuh-musuh Islam bahkan musuh-musuh kemanusiaan di masa kini, baik orang-orang kafir maupun orang-orang munafik yang berpenyakit dihatinya, jengkel melihat kemuliaan, keluhuran nilai dan keterpeliharaan wanita muslimah dalam naungan Islam. Karena musuh-musuh Islam itu, baik orang-orang  kafir maupun munafik menghendaki agar wanita menjadi destroyer instrument (alat perusak) dan perangkap yang dapat mereka gunakan untuk menjaring manusia-manusia lemah iman dan suka menuruti hawa nafsu yang tak terkendali, setelah orang-orang itu mereka beri kepuasan syahwat yang tak kenal kenyang itu. Allah berfirman :

“Dan Allah hendak menerima taubatmu, sedang orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).” (QS. An-Nisa: 27).

Orang-orang Islam yang berpenyakit di hatinya menghendaki agar wanita menjadi barang dagangan murah dalam arena pameran bagi para hidung belang dan orang-orang yang suka menuruti nafsu syetan, barang dagangan yang terbuka untuk dopertontonkan dan dinikmati kemolekannya, atau bisa jadi sampai kepada hal yang lebih buruk dari sekedar demikian.

Karena itu mereka bersikeras agar wanita keluar dari rumahnya untuk mitra laki-laki, untuk berdampingan dalam bisnis mereka, atau menjadi pelayan dalam sebuah rumah makan yang berpenampilan buka-bukaan, atau yang lebih sering kita lihat menjadi host dalam sebuah acara televisi dengan suara dan penampilan yang memukau.

Majalah-majalah berbau porno yang menampilkan gadis-gadis cantik memukau dan semi telanjang untuk dijadikan alat untuk meningkatkan daya laku/jual dan marketing (pemasaran) majalah mereka. Sebagian pedagang/industri juga menggunakan gambar-gambar ini sebagai alat untuk memasarkan barang-barang mereka, dimana mereka pasang gambar-gambar itu pada barang-barang dan produk-produk mereka.

Oleh sebab tindakan-tindakan salah semacam ini, akhirnya wanita lepas dari tugasnya yang sebenarnya, yang hal ini menyebabkan suami mereka mengambil pelayan-pelayan wanita yang bukan mahromnya untuk mendidik anak-anak mereka dan mengatur urusan rumah tangga mereka, yang pada gilirannya berdampak sangat buruk dengan munculnya berbagai kericuhan dan kekejian serta kejahatan.

Kita tidak menentang para wanita bekerja diluar/berkarir asalkan terikat oleh beberapa ketentuan syari’at, antara lain:

  1. Bahwa wanita itu, atau masyarakat, butuh pekerjaan itu, dimana tidak ada laki-laki yang dapat menangani pekerjaan itu;
  2. Hendaknya ia melakukan pekerjaan itu setelah melaksanakanpekerjaan di rumah yang merupakan tugas utamanya;
  3. Hendaknya pekerjaan itu di lingkungan wanita, seperti mengajar wanita, mengobati dan merawat wanita, ataupun kalau laki-laki adalah laki-laki yang masih kecil;
  4. Dan boleh juga bahkan wajib para wanita menuntut ilmu agama, yang tentunya jika terpaksa harus berbaur dengan laki-laki mengikuti ajaran islam atau menurut adat kesopanan yang berlaku di tempat tersebut.

Demikian uaraian tentang Musuh Islam Merampas Kemuliaan Wanita , semoga bisa menjadi renungan bagi kita sebagai muslim yang baik, dan dapat membawa keberkahan. Amiin.
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

Popular Posts

Blog Archive

 
Support : Privacy Policy | Disclaimer
Copyright © 2013. kajian islam - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger